Tanyajawab Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ?

Waktu baca:9 Menit, 49 Detik

Mungkin saja banyak yang sedang penasaran jawaban lengkapnya pertanyaan: Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ?, nah kawan berada di tempat yang terbaek. Dibawah ini ada pilihan jawaban mengenai pertanyaan itu. Silakan baca lebih jauh.

Pertanyaan

Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ?

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ?

Realisme merupakan aliran filsafat yang bertolak belakang dengan aliran filsafat idealisme, realisme sabagai pelengkap adanya aliran filsafat idealisme (Gandhi 2017: 140). Dapat dikatakan bahwa idealisme merupakan gagasan atau ide yang diutamakan untuk mencari sebuah kebenaran yang cenderung abstrak dan metafisik. Sedangkan realisme merupakan intrumen alat indra merupakan pokok utama dalam mencari sebuah kebenaran dengan melakukan observasi pada lingkungan sekitar dan menemukan fakta-fakta tertentu dapat menekukan sebuah kebenaran. Hal ini merupakan sebagai pembeda bahwa idealisme lebih berpegang pada kondisi mental sedangkan realisme adanya bukti fisik. Muhmidayeli (2011:109). Aristoteles juga memandang bahwa realitas merupakan

wujud natural yang dapat digerakkan dari alam. Segala sesuatu yang ada dihadapan kita yang dapat ditangkap oleh panca indera dengan menggunakan observasi terhadap lingkungan sekitar merupakan suatu yang nyata dan terpisah denga alam pikiranakan tetapi hal tersebut dapat memunculkan suatu pemikiran melalui upaya selektif terhadap pengalaman seseorang dalam memanfaatkan alak manusia (Muhmidayeli, 2011: 136). Dunia pendiikan meiliki pandangan realisme yang erat dengan pemikiran dari John Locke bahwa asal mula danya meikiran dan akal mula manusia dalah sebuah tabula rasa, manusia diibaratkan sebgaai kertas putih yang kosong dan dapat diisi dengan beberapa elemen kehidupan dari lingkungan sekitar. (Gandhi, 2017: 143). Dengan hal ini dapat dikatakan manusia mencari ilmu pengetahuan untuk dapat melakukan proses berpikir yang sesuai dengan melihat mengamati lingkungan sekitar. Hal ini membuat pandangan realisme dapat dikaitkan dengan pendekatan psikologi behaviorisme dalam bidang pendidikan. Sedangkan pokok pemikiran Aristoteles dalam bidang pendidikan adalah dengan menyertakan fakta-fakta di lingkungan sekitar yang dapat di tangkap oleh alat indera merupakan cara untuk mendapatkan pengetahuan dan kebenaran. Akan tetapi apabila di kaitkan dengan pendidikan tinggi dimana manusia dituntut untuk berpikir secara abstrak. Hal ini aristoteles mendukung pemikiran dari Plato bahwa putra putri bangsa sebaiknya menempuh pendidikan sesuai dengan kemampuan kognitif mereka, dan doktrin Plato megaskan tentang keberadaan indivisual seseorang. Seseorang yang memiliki pemikiran abtrak dapat mempelajari adanya kedisiplinan yang merupakan sesuatu yang penting dan bermanfaat dalam mengajarkan kepada putra putri bangsa agar patuh dengan peraturan yang ada dan dapat mendorong keinginan hati mereka sendiri yang sesuai dengan niali dan norma di negara tersebut (Gandhi, 2017:115). Hal ini dikukng oleh pendapat Muhmidayeli (2011: 109) bahwa seorang mendidik diwajibkan untuk meberikan pengetahuan mengenai nilai-nilai yang positif. Kebutuhan dasar seperti moral dan etika sangatlah penting untuk mendidik bangsa agar tidak mudah terpengaruh adanya isu-isu temporal.

Baca Juga:  Jawaban Tentang Siapakah menteri-menteri yang pernah menjabat sebagai menteri pendidikan & kebudayaan di masa or...

Begitulah tanya-jawab mengenai Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ?, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu. Bila bila beberapa jawaban di atas Bagaimana filsafat memandang realisme dalam pendidikan ? kalian kurang puas atau belum menjawab pertanyaan mu secara tepat, bisa langsung komen di bawah aja ya..??

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Leave a Reply

Your email address will not be published.